29 April 2016

Fitur Modern Wifi dan Food Photography Ada di Canon 1300D. Seberapa Peningkatannya dari 1200D?


Canon sudah resmi meluncurkan Canon EOS 1300D  /  Rebel T7 untuk kelas entry level.  Secara kasat mata jika dilihat sekilas bodynya nampak sama dengan 1200D, pendahulunya.  Kamera Canon EOS 1300D ini juga tidak menggunakan LCD layar putar seperti 600D dan 700D. Tidak pula touchscreen seperti 650D. Namun ada beberapa fitur baru yang membuat kamera DSLR EOS 1300D nampak modern.

Persamaaan 1200D dan 1300D
1200D dan 1300D sama sama ditunjang sensor CMOS APS-C 18 megapixel.
Sistem autofokus 9 titik,
Resolusi video Full HD 1920 x 1080 pixel.
ISO yang dimiliki Canon EOS 1300D hingga ISO 6400 yang bisa diperluas sampai ISO 12800.


Peningkatan Fitur di 1300D
  1. Prosesor yang digunakan EOS 1300D menggunakan Canon DIGIC 4+ sedangka  EOS 1200D menggunakan Canon DIGIC 4.
  2. Pada bagian layar, resolusinya meningkat menjadi 920.000 piksel yang sebelumnya 460.000 piksel.
  3. Mengikuti tren, DSLR Canon EOS 1300D menambahkan fitur WiFi dan NFC yang bisa mentransfer langsung hasil jepretan Anda ke Smartphone.
  4. Ditambahkan pula fitur White Priority di pada pengaturan White Balance. Apa untungnya? image yang dihasilkan akan tampak lebih natural.
  5. Khusus yang hoby jepret makanan, ditambahkan mode Food, khusus buat memotret makanan.
  6. Tapi, disisi berat, jika 1200D berbobot 480 gram, maka adiknya ini sedikit lebih berat, yaitu 485 gram.

Kekurangan EOS 1300D
  1. Belum ada spot metering (evaluative, center-weighted dan partial ada), Namun bagi pemula, spot metering biasanya tidak begitu lazim digunakan.
  2. Autofokus sedikit lambat utamanya saat live view (memotret/merekam video dengan layar LCD), kecepatan autofokus akan lambat karena belum ada fitur hybrid CMOS seperti seri kamera DSLR pemula Canon lainnya seperti 650D, 700D, 750 dan 760D.
Berapa Harganya?


Harga Canon EOS 1300D cukup murah kisaran 6.500.000 sampai 6.700.000 sudah termasuk lensa kit Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS.

25 April 2016

Cara Cek Shutter Count (SC) DSLR Canon, Nikon, dan Sony Alpha

Seyogjanya, masing masing individu memiliki rasa penasaran dengan kualitas DSLR yang dimilikinya. Salah satu yang paling sering ditanyakan dan memiliki hawa penasaran yang paling besar adalah Shutter Count (SC). Kalau tujuannya hanya ingin mengetahui sudah berapa kali kamera itu dipakai untuk memotret, sah-sah saja melihat nomor urut file yang sudah dihasilkan DSLR yang Anda miliki. Entah Anda mau cek SC Canon, Cek SC Nikon, atau Cek SC Sony Alpha.

Apalagi kalau memang niatnya mau jual kamera biasanya paling sering ditanya SC nya berapa?. Kalau tipe tersebut tipe-tipe yang bisa dibaca shutter countnya berarti bukan tidak bisa dibaca SC nya tapi malas mengecek. hanya butuh waktu kurang dari 1 menit.

Kenapa harus SC? 
salah satu alasannya adalah produsen kamera ketika hendak meluncurkan sebuah varian baru kamera akan melakukan pengetesan. Salah satunya mekanisme shutter. Contohnya ada kamera yang lolos tes 50.000 kali jepret, ada yang lebih dari 100.000 kali. Semakin canggih sebuah kamera, biasanya semakin tinggi angka tesnya. Nama tes ini biasanya disebut shutter durability.

Shutter durability biasanya dianggap angka harapan hidup sebuah kamera, tapi tentu saja kurang tepat. karena kamera Anda belum tentu rusak meskipun sudah dipakai terus sampai melewati angka shutter durability.


Baca: SC itu Bullshit (Arbain Rambey: Fotografer Senior Kompas)

Oke balik lagi, ke cara Cek SC. Beberapa website yang bisa digunakan untuk mengecek SC dan ada juga yang menggunakan aplikasi. .

Berikut alternatif yang bisa digunakan untuk mengecek SC DLSR kamera (utamanya yang second hand). Soalnya kalau baru ya hampir pasti SC 0 :D

Cara Cek SC Canon






Gunakan aplikasi EOS Info.
Download EOS info : Disini

  1. Siapkan DSLR Canon Anda dan pastikan batrenya terisi.
  2. Pasang kabel data dari DSLR ke PC/ Laptop Anda.
  3. Buka aplikasi eos info

 














4. Nyalakan/ Klik On pada Kamera DSLR Anda dan BOOM....muncul semua :D
5. Selesai

Hanya suport untuk tipe berikut
  • Canon EOS Rebel T1i / 500D
  • Canon EOS Rebel T3 / 1100D
  • Canon EOS Rebel XSi / 450D
  • Canon EOS Rebel XS / 1000D
  • Canon EOS Rebel XTi / 400D
  • Canon EOS Rebel XT / 350D
  • Canon EOS 60D
  • Canon EOS 50D
  • Canon EOS 40D
  • Canon EOS 30D
  • Canon EOS 20D
  • Canon EOS 7D
  • Canon EOS 6D
  • Canon EOS 5D Mark III
  • Canon EOS 5D Mark II
  • Canon EOS 5D
  • Canon EOS 1D X :
  • Canon EOS 1D Mark IV
  • Canon EOS 1D Mark III
  • Canon EOS 1D Mark II N
  • Canon EOS 1DS Mark III 
  • Canon EOS 1DS Mark II


 Cara Cek SC Nikon



Klik Nikonshuttercount  Wajib connect Internet

 

















  1. Upload jepretan terakhir Anda melalui menu browse diatas
  2. masukkan captcha lalu submit.
  3. tunggu proses dan selesai
Hanya support pada tipe berikut:
NIKON D4S D810 D750 D600, D800, D4, D3200, D3100, D5000, D5100, D5200, D5300, D3300, D3200, D300, D7000, D700, D3, D3X, D3S Nikon 1 J1 and V1 | D40, D60, D80, D90, D3000 | Most coolpix cameras: P7000, P7100


Cara cek SC Sony Alfa






Masuk ke tool yang disediakan sony alfa SONY Alpha DSLR/DSLT/NEX
 
 Upload Foto jepretan Anda terakhir. lalu masukkan ke tombol Browse
  1. Setelah itu klik Do It 
  2. Tunggu proses sebentar dan Selesai

Hanya support untuk tipe:
SONY Alpha A-mount cameras: A230 A290 A33 A330 A35 A37 A390 A450 A500 A55 A550 A57 A58 A65 A77 A77M2 A850 A900 A99

SONY Alpha E-mount cameras: NEX-3 NEX-C3 NEX-F3 NEX-3N NEX-5 NEX-5N NEX-5R NEX-5T NEX-6 NEX 7 A3000 A3500 A5000 A5100 A6000 A7 A7r A7s

Tidak support untuk tipe:
SONY Alpha A100 A200 A300 A350 and A700

sekian semoga membantu.
Salam jepret

24 April 2016

Setting Kamera Khas Fotografer Jurnalis Ini, Resep Membuat Foto Mahal


Senior Fotografer Jurnalis Arbain rambey ketika diwawancarai di acara satu indonesia Net.TV saat Hari pers cukup membuat pandangan kita terbuka tentang apa itu fotografi jurnalistik. Terlebih jika kita memang memiliki passion foto jurnalistik dan kita masih awam.  Beberapa poin yang hendaknya Anda, fotografer jurnalistik atau calon fotografer jurnalistik hendaknya mengetahui.

Apa Syarat utama Fotografer Jurnalistik?
Syarat pertama kalau Anda ingin menjadi fotografer jurnalistik adalah harus seneng fotografi/ mencintai dunia fotografi. Karena kalau hanya sebagai tuntutan pekerjaan, bisa bisa Anda menjadi frustasi. Melihat mayat bergelimpangan, trabas hutan mengambil momen kebakaran hutan sangat membuat malas jika Anda tidak benar benar menyenangi fotografi.

Bagaimana dengan Makin Banyaknya Pesaing?
Persaingan antar sesama fotografer adalah bagaimana cara membuat foto yang Anda hasilkan menjadi spesial. Jawabannya sebenarnya ringan, sebagaimana semua orang bisa memijit tetapi mereka tidak takut kalah saing. Karena rasa dan banyak hal diluar teknis yang bisa membuat sebuah foto menjadi spesial bahkan sangat spesial.


Foto Jurnalistik Yang Baik itu Seperti Apa?
Foto Jurnalistik bukan sekedar menyampaikan informasi. Foto jurnalistik harus memberikan informasi dan memberikan sesuatu yang lebih., membuat orang senang, sedih, kagum, memberikan pengaruh.

Foto Yang Mahal Itu Yang Bagaimana? 
Foto mahal adalah foto yang hanya Anda yang dapat. Eksklusif dan langka. Misalnya foto bung tomo saat membakar semangat arek Surabaya dengan tangan kedepan dan telunjuknya mengarah kedepan adalah salah satu foto mahal.Foto menjadi sangat mahal karena hanya seorang fotografer itu saja yang dapat. Berbeda misalnya foto pejabat yang begitu bagus namun banyak orang yang mengabadikan. Itu hanya akan jadi foto yang biasa saja.

foto: wikipedia.com

Apa Setting Kamera untuk Jurnalis ?
Auto.  Ya Auto. Karena ada beberapa hal lain yang tidak bisa diauto yang harus lebih diperhatikan yaitu:
  1. Posisi dan Angel dari mana anda memotret
  2. Momen yang tepat
  3. Komposisi yang menarik

Jadi tak perlu malu menggunakan auto. Karena auto hanya soal metering. Terang dan gelap masih bisa dikoreksi. Tapi momen, komposisi dan angel tidak bisa dikoreksi.

Kemampuan lain  yang harus dimiliki selain Setting Kamera?
kemampuan membaca gambar. foto ini dan ini bagus mana? kalau misalnya ada kasus bom. apa yang kamu siapkan? gambar apa saja yang harus kamu dapatkan? feel ini yang harus selalu diasah.

Semoga menambah pengetahuan.
Salam jepret

23 April 2016

Tak Punya Dry Box untuk Simpan Kameramu? Bikin Sendiri Saja! Ini Cara Hematnya



Setelah memiliki kamera baik DSLR, mirrorless maupun prosumer tentu kita akan berfikir bagimana cara menyimpan kamera digital yang baik. Salah salah tak memberikan perlakuan yang seharusnya, bisa jadi Kamera dan lensa kesayangan Anda ditumbuhi jamur karena terlalu lembab dan aneka kerusakan lain karena salah perlakuan dalam penyimpanan.

Media penyimpanan bagi yang berduit tentu saja memilih Dry Cabinet. Tapi, tunggu dulu...berapa kisaran harga Dry Cabinet? silakan cek harga Dry Cabinet terbaru yang saya capture dari salah satu toko online terkemuka. Rentang  harganya dari 1,1jt - 4,6 Jutaan. Gimana? lumayan mahal kan? bahkan bisa jadi seharga DSLR Second atau Lensa juga kan? Tapi. Pasti terjamin suhunya. 


Alternatif kedua adalah menggunakan Dry Box. Biasanya sudah dilengkapi Hygrometer untuk mengontrol kelembabannya. Sudah pasti aman dan nyaman buat DSLR dan lensa Anda. Berapa harga Dry Box terbaru? Yes..dari 370ribuan sampai 950 ribuan. Kalau dana Anda cukup, beli Dry box sangat direkomendasikan.
Namun kalau dananya minim..ada solusinya dibawah ini. Anda dapat menggunakan Box Container berbahan plastik yang bisa diperoleh dari supermarket terdekat. Atau biasanya ada juga yang menggunakan box buatan tupperwear. Biasanya kalau yang cukup bagus menggunakan merek lion star sekitar 80-100 ribuan. Namun tidak berarti merek lain jelek. Ada baiknya ada mengecek rekatan antara box dan tutupnya. Apakah sangat rapat atau renggang? Akan lebih baik yang ada karet sil diantara box dan tutupnya sehingga akan lebih terjamin kerapatannya.

Tapi tunggu dulu, box container berbahan plastik ini harus Anda lengkap dengan silica gel.
Yang sedikit lebih mahal namun praktis bisa di charge ulang bisa menggunakan  Drypack electric silica gel. tinggal belikan konektornya di toko elektronik terdekat sekitar 2500 rupiah.
Yang paling murah tentu saja Anda bisa menggunakan silica gel curah yang anda masukkan ke kaos kaki (yang bersih lho ya....). Nanti kalau warna birunya sudah berubah merah bahkan bening itu tandanya harus diganti.
Silica gel curah ini sangat terjangkau. Kurang lebih 25ribu bisa mendapat setengah kilo. (Cukup banget kan buat gonta ganti kalau sudah berubah warna).

Nah berapa totalnya? 80ribu untuk box, 25 ribu untuk silica gel, dan 10ribu buat kaos kaki (itu juga kalau beli). Totalnya 115.000,- aman...praktis,,ukurannya bisa dipilih sesuai banyaknya gadget yang Anda miliki. Jauh lebih hemat kan?



Bagaimana aturan penyimpanannya?

Sebelumnya, aturan sederhana menyimpan kamera digital menurut om Arbain Rambey adalah
"Jangan dipanaskan dan jangan ditaruh di tempat yang sangat kering....dry box dengan suhu dan kelembaban normal sudah cukup....."
"Kalau kamera digital dipakai setiap hari, tak perlu dry box......untuk penyimpanan lama, saya cukup memasukkan kamera ke dalam kantong plastik yang diikat karet.." begitu saran Fotografer senior kompas ini.

Berapa suhu terbaik?
- Kalau menurut di buku panduan drybox, suhu normal 40-50 tertera pada layar pengukur.
- Suhu ruang yg umum disarankan dibawah 45 derajat dan diatas - 5 derajat humidity dibawah 60 jadi (saran akangrifan.net sekitar 40-60 ) .

Saran lainnya.
- Jangan menyimpan kamera camera dan lensa di lemari/laci/rak kayu dalam jangka waktu panjang karena bisa juga terkontaminasi kapur barus dan parfume.
- Tidak menyimpannya disekitar benda-benda yg mempunyai gelombang electromagnetic tinggi atau kuat ( Misal radio pemancar , Televisi , Monitor CRT dll ).
- Hindari kain yg terbuat dari wool dan acrylic karena dapat menimbulkan electrostatic pada suhu dingin.
- Untuk penyimpanan yg lebih dari 2 minggu , sebaiknya batery utama dilepas.

Yang paling hemat apa?
Box Container Plastik yang dikasih beras dibawahnya. Karena beras bisa menyerap air dan suhunya terjaga. Namun harus dipastikan berasnya bersih jangan sampai ada kutunya. Karena bisa bahaya kalau masuk kedalam kamera Anda.

Sekian dulu ya...semoga bermanfaat

21 April 2016

Hand Grip Pictar Sulap iPhone Serasa SLR

foto www.kickstarter.com

Apa jadinya kalau iPhone dipasangkan dengan hand grip? ada-ada saja ya..namun ini kenyataan. Asesoris bernama Pictar ini memberikan sensasi memegang iPhone serasa sedang mengoperasikan DSLR ataupun mirrorless.
foto www.kickstarter.com

Aksesoris Pictar berbentuk grip kamera bergaya retro yang bisa dipasangan dengan iPhone. Cocok digunakan untuk  iPhone 4 dan semua seri diatasnya. Tapi tidak bisa dipasangkan dengan iPhone 6s dan 6s Plus. Untuk urusan desain Pictar sendiri, Miggo secara impresif membuat replika manual kontrol layaknya SLR. Selain terdapat dua tahap shutter speed, terdapat tiga tombol manual lainnya, antara lain, ring zoom pada bagian depan, roda pengatur eksposure dan tombol opsi mengganti menu pengambilan gambar seperti Sport dan Landscape mode,

foto www.kickstarter.com


Keunikan dari Pictar besutan Miggo ini, dia tidak menggunakan koneksi blutooh,  Pictar justru menggunakan ultrasound dalam urusan konektifitasnya. Setiap action seperti zoom, menjepret, mengubah settingan ISO dan lainnya dapat dilakukan menggunakan frekuensi nada tinggi yang khusus.
foto www.kickstarter.com

Dengan aplikasi Pictar yang sudah terinstal pada iPhone, maka setiap menu pilihan diambil user semuanya berdasarkan nada ultrasound tersebut. Dengan menggunakan ultrasound, penggunaan daya baterai pun bisa diminimalisir.

wah racun nih...hehehe...kapan dong bikin juga buat android....hehehe

20 April 2016

Lewat Copyright Info, Fotografer ini Tangkap Pencuri Kamera Lensa 200juta Miliknya. Settingnya Bagaimana?


Adalah Jon Grundy,  fotografer Australia yang saat hendak menjual Kamera DSLR Canon 5D Mark III dan beberapa lensa Canon L seies yang harga keseluruhannya hampir Rp. 200 Juta, raib dicuri orang.

Peristiwa ini berawal ketika ia membuat iklan untuk menjual beberapa lensa miliknya kemudian ada seorang calon pembeli yang berminat. Sebut saja Alex. Alamat rumahnya pun sudah ditunjukkan untuk proses transaksi atau COD.Namun karena harga yang akhirnya tidak cocok, transaksi dibatalkan. Beberapa hari setelahnya gear yang hendak dijualnya hilang semua.

Jon Grundy begitu menyesal, namun harapan kembali ada setelah Alex yang yang pernah menawar gearnya mengunggah foto baru saja memiliki kamera dan lensa mahal. Dan Grundy curiga, DSLR dan Lensa tersebut miliknya. Namun sulit membuktikannya.

Untungnya dia sudah menyetting copyright info di bagian exif miliknya. Kebetulan Jon punya teman yang bekerja sama dengan Alex. Kebetulan temannya iseng mengecek exif foto yang dihasilkan dan ternyata nama Jon Grundy yang tertera. Jon ditelfon temannya kemudian bukti exif tadi dipakai sebagai bukti laporan ke pihak polisi dan kamera tersebut kembali pada Jon Grundy, pemiliknya yang sah.

So...jangan lupa kalau habis beli kamera, disetting dulu ya..exifnya...


Cara mengeset copyright info untuk canon dan nikon sebagai berikut ini.
untuk NIKON sebagai berikut
Masuk ke Setup Menu (gambar kunci inggris) lalu pilih Copyright Information --> Artist --> Ketik Nama --> Jangan lupa centang di pilihan Attach copyright information -->selesai

Untuk Canon Sebagai Berikut
Masuk ke Setup Menu 4, pilih Copyright Information --> lalu pilih Enter author’s name --> ketik nama kamu dan selesai.

kisah ini buat pelajaran ya...termasuk kalau mau jual atau beli kamera second, hati-hati juga kalau kalau kamera yang Agan beli hasil tindak kejahatan. Bisa jadi dianggap "penadah". berabe kan?

18 April 2016

Cara Mendeteksi Sensor Kamera Terkena Debu dan Solusinya


contoh foto terdeteksi sensor kotor

Coba amati foto-foto terbaru yang dihasilkan kamera DSLR anda? Apakah dalam foto tersebut terlihat ada spot gelap yang konsisten dari satu foto ke foto yang lain? Apakah posisi/ spotnya selalu sama? Kalau jawaban dari dua pertanyaan ini YA, berarti sensor kamera Anda terkena debu alias sensor kotor.

Dalam artikel ini kita akan belajar mendeteksi keberadaan debu pada sensor kamera DSLR anda.
Bagaimana Debu Masuk Sampai Sensor?
Debu pada sensor adalah hal yang lumrah kalau anda sudah lama memiliki kamera. 

Bagaimana debu bisa sampai nyangkut di sensor kamera?
  1. Mekanisme lensa yang berputar saat zooming dan focusing. Saat berputar debu yang menempel di lensa bisa tersedot jatuh ke sensor kamera.
  2. Karena putaran pada poin diatas berarti dua elemen bergesekan, bisa jadi muncul serpihan dan serpihan tersebut jatuh ke sensor.
  3. Kalau kita memiliki lebih dari satu lensa, debu kemungkinan masuk saat proses mengganti lensa.
Debu atau dust ini sebenarnya tidak melulu mengotori sensor kamera DSLR, ada beberapa elemen lain yang sebenarnya mungkin terkotori, tetapi yang terburuk adalah sensor. Kalau sensor sudah kotor maka kotoran ini akan selalu muncul dan terlihat secara visual pada setiap foto.


Bagaimana Cara Mendeteksi Sensor terkena debu/ sensor kotor?

Seperti yang sudah akangrifan.net tadi sebutkan, kalau ada seperti tanda titik mirip air tapi hampir semua foto terkena dengan lokasi yang sama, kemungkinan sensornya memang kotor

Tapi kalau mau memastikan, coba ikuti 9 langkah berikut ini:
  1. Set kamera di posisi Aperture Priority
  2. Set metering mode di posisi Matrix / Evaluative Metering
  3. Set ISO di posisi terkecil 100 atau 200
  4. Matikan Auto ISO  dan Matikan Autofokus 
  5. Posisikan lensa di Manual Focus
  6. Set Aperture di posisi terkecil, misal f/16 atau f/22
  7. Keluarlah dari rumah dan coba foto langit, khususnya jika langit sedang berwarna biru cerah. Kalau tidak memungkinkan, cari kertas putih lalu zoom out sampai kertas memenuhi seluruh frame lalu ambil foto.
  8. Sekarang amati hasil foto di LCD kamera atau monitor komputer jika anda sudah memindahkannya ke komputer, zoom sebesar-besarya lalu scroll pelan-pelan
  9. Jika anda tidak bisa melihat kotoran seperti pada contoh foto diatas berarti aman

Ukuran dan penampakan partikel debu berubah seiring dengan perubahan aperture. Kalau anda menggunakan bukaan besar, kemungkinan debu tidak akan terlihat. Namun saat anda menggunakan aperture kecil, debu langsung terlihat. Aperture kecil misalnya f/10 kebawah: f/11 – f/22.

Oke, dari hasil foto sepertinya sensor kotor kena dust, gunakan fitur lens cleaning bawaan kamera (cari di menu kamera anda), atau gunakan blower. Kalau kotoran memang bandel, bawa ke service center ya...biar nggak fatal kalau memang tidak tau cara membersihkannya.

Biayanya berapa?
Kisaran 200-400rb (bervariasi). Kalau masih garansi, segera saja meluncur ke service centernya :D

Kalau cara Mengatasi di Photoshop ? 

Di photoshop anda tinggal menggunakan spot healing brush tool saja kemudian di tutul tutul pada lokasi yang kena efek sensor kotor. Hanya klik...beres...cuman kalau fotonya banyak ya repot...hehehe.

Contoh Sensor Kamera Kotor

16 April 2016

7 Pertimbangan Awal Sebelum Membeli Kamera DSLR


Pertimbangan Sebelum Membeli Kamera DSLR - akangrifan.net. Sebelum Anda mewujudkan keinginan memeiliki DSLR kamera, alangkah lebih baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

1. Berapa Budgetnya?
Berapa budget yang diperlukan untuk membeli Kamera DSLR?.  Kamera DSLR sekarang mulai terjangkau biayanya untuk semua kalangan. Dana yang diperlukan untuk meminang salah satu DSLR kamera tinggal menantang ketebalan kantong Anda. Mulai dari 3,5 juta sampai puluhan juta bisa ludes untuk mendapatkan satu buah kamera DSLR saja. Persiapkan dulu dana Anda. Kalau masih kurang, lebih baik bersabar dulu..nabung sebentar biar dapat yang agak mendingan serinya...
- Apakah Anda menginginkan kamera untuk pemula dengan budget  antara 4,5 juta sampai 6 juta (new).  
- Atau mau langsung masuk ke entri level dengan budget kisaran 6 juta sampai 8 juta.
- Atau pilihan Anda lebih suka ke semi pro dengan budget 8 juta sampai 12 juta.
- Atau langsung ke profesional dengan budget 12 juta lebih?
Kisaran harga ini hanya taksiran. bisa berubah baik turun sewaktu-waktu. Utamanya kalau sudah digoyang dolar.

2. Untuk Apa?
Nah, ini dia pertanyaan dalem banget buat saya. Untuk Apa membeli kamera DSLR? Pertanyaan ini lebih mendasari tentang orientasi Anda setelah memiliki kamera DSLR.
- Apakah hanya karena kepengin kayak temen-temen yang juga sudah punya DSLR?
- Apakah hanya karena pengen punya foto profil lagi nenteng DSLR? (hahahaha...hayo loh...? :)
- Apakah mau belajar serius untuk jadi freelance fotografi?
- Apakah karena tuntutan pekerjaan misalnya jurnalis, atau desainer grafis.
- Apakah ingin serius menjadi profesional fotografer yang akhirnya memiliki studio sendiri, punya teamwork sendiri?
- Atau apakah karena lagi kebanyakan duit aja, trus bingung dipakai buat apa? hehehe

3. Beli Paket Kamera + Lensa Kit atau Body Only + Lensa Milih? 


Sebaiknya Beli Kamera + Lensa Kit atau Body Only + Lensa milih sendiri. Pertanyaan ini kembali lagi ke jawaban Anda untuk pertanyaan 1 dan 2. Untuk Apa dan berapa budgetnya? Nah kalau sudah Anda tentukan jawabannya akan mudah sekali menjawab pertanyaan ini.
Jika anda hanya sekedar mendukung kegiatan sehari-hari, kualitas standar DSLR cukuplah..atau Anda tidak terlalu punya banyak waktu luang di dunia fotografi, maka Kamera + Lensa Kit sudah sangat cukup. 
Sedangkan kalau Anda mau terjun sekalian di dunia fotografi lebih baik Anda memilih Body Only + Memilih lensa sendiri. Lensanya, tergantung Anda suka ke jenis fotografi apa? kalau Anda suka candid, sport, atau street fotografi ya milikilah lensa tele, tapi kalau lebih suka landscape atau family portrait ya mending pakai lensa wide. Kalau mau yang murah meriah tapi hasil wah ya belilah yang lensa fix saja.
"pemilihan lensa juga tergantung karakter Anda. Kalau gampang berinteraksi dengan orang ya pakai yang standart (kit) atau wide saja. Kalau sungkan berinteraksi...apalagi berinteraksi dengan hewan buas ya wajib tele dong...."

4. Beli New apa Second?
Lebih pilih beli DSLR Baru atau Second Hand?
Oke. Pertimbangannya kembali ke berapa budget Anda. Secara umum, kamera DSLR akan turun harga jika telah digunakan untuk jepret berkali-kali sampai puluhan ribu kali. Nah, kalau Anda fanatik merek tertentu dan ngiler punya ya tungguin aja ada second yang SC (Shutter Count/ Berapa jumlah jepretnya) udah banyak jadi ntar banting harga.
Tapi tetep saja...SC bukan ukuran kualitas sebuah kamera. Cuman salah satu pertimbangan sih iya. 
Tapi namanya second ya siap resikonya, garansi habis, service juga mahal. Tapi buat belajar, no problem. Kalau pas dapet second yang bagus sih bagus, lha kalau salah periksa, trus dapet jelek? nasib bos...hehehe
Kalau mau aman ya beli new saja. Atau kalau mau campuran, ya Body Baru, lensa Second yang sesuai kebutuhan Anda.

5. Apa mereknya?
Merek yang menjadi favorit fotografer adalah Nikon, Canon dan Sony. Selain itu ada juga Olympus, Samsung, dll. Paling banyak penggunaanya hingga saat ini adalah Nikon dan Canon. Keuntungannya Anda memilih merek ini adalah Anda akan lebih mudah sharing teknik, hunting bareng, sampai kumpul komunitasnya. Selain itu, pinjem lensa, flash dll akan lebih enak.

6. Sudah siap efek sampingnya? ketagihan aksesoris
Efek samping memiliki DSLR kamera yang hampir terjadi pada semua orang adalah lensa dan asesoris lainnya. Selain itu, jika Anda tergolong minderan orangnya, maka bisa jadi Anda baru sebentar beli sudah pengen ganti tipe lainnya lagi padahal perbedaanya hanya sedikit.
Begitu juga saat ingin beli lensa, Baru beli beberapa saat , bahkan belum sempat mengoptimalkan hasilnya sudah ingin jual lensa dan beli lainnya lagi. Akhirnya, Budget Anda akan membengkak besar. Padaha taksiran awal Anda paling 6 Jutaan, bisa tembus 2 kali lipat lo...(kalau tidak bijak menyikapi efek samping ini.)
Selain lensa juga asesoris. Belum juga sempat maksimalkan kemampuan, sudah pengen punya tripod, remote shutter, dll. Nah, berapa banyak modalnya tuh..hehehe

7. Siap investasinya (waktu belajar + asah skilnya)
Jika Anda serius masuk dunia fotografi maka harus siap Investasinya. Banyak baca buku, sharing di group fotografi, kumpul bareng, hunting bareng, yang tentu tidak sedikit investasinya. Waktu juga akan banyak tersita karenanya. Makanya, hasil seni fotografi juga mahal..wong investasinya juga mahal... (*murah dan mahal itu relatif tapi ya..hehehe)
Punya kamera pro hasil pro, wajarlah
Punya Kamera Semipro hasil pro, top Gan!
Punya Kamera Entry Level hasil pro, Salut Bro..!
Punya Kamera standart hasil Pro...Angkat Topi, Salut Banget Bos..!
Intinya adalah Man behind the Gun...
Fotograferlah yang akhirya menentukan hasil sebuah karya.

Sampun