16 July 2016

Eksplorasi Sisi Berikut Jika Ingin Foto Anda Terlihat Menonjol dan Tak Seragam

akangrifan.net - Salah satu "penyakit" dalam fotografi adalah terciptanya foto-foto yang mirip, identik, sudut pandang hampir sama bahkan bisa jadi mirip dengan kartu pos yang dijual ditempat tempat wisata. Foto-foto seperti ini jika diikutkan dalam lomba foto maupun pameran foto pasti terpinggirkan. Paling banter hanya satu foto dengan kualitas luar biasa yang diambil untuk mewakili.

Masih ingat istilah dalam fotografi bahwa 
Vision lebih penting daripada gear. 
Vision (cara pandang dan ide) dari fotografer yang akan menentukan apakah sebuah karya foto menjadi menonjol atau tidak, layak atau tidak. Bahkan lebih penting dari gear atau alat yang digunakan.

Vision sendiri adalah gambaran / sudut pandang unik imaginer yang ingin diciptakan seorang fotografer. Jadi jika ada yang mengatakan disana ada objek bagus, bawa kamera dan lensa ini, ambil dari sisi sini pada jam ini nanti hasilnya bagus. Artinya, itu vision orang lain. Kalau Anda olah sendiri, pikirkan sendiri, olah ide sendiri, jepret sendiri.Nah itu vision Anda sendiri.
Vision ini juga bisa diartikan melihat yang orang lain tidak melihat.
Menyadari yang orang lain tidak menyadari.

Foto foto ini bisa menjadi referensi.
Dua warga tengah berfoto dengan latar belakar kepulan asap saat kebakaran melanda sebuah pabrik di kawasan Pesing, Jakarta Barat, 13 Februari 2012. Peraih Photo of The Year 2013 dan Pemenang I Kategori Daily Life.
Foto Credit: MEDIA INDONESIA / ANGGA YUNIAR

Foto Rhein II belum terkalahkan sebagai foto termahal di dunia saat ini. Pada lelang tahun 2011, kreasi seniman Jerman Andreas Gursky itu terjual USD 4,3 juta atau sekitar Rp 58,3 miliar


Vision ini bisa juga diasumsikan ide. Ide itu mahal. Lain kepala bisa lain ide. Itulah sisi unik yang hendaknya Anda optimalkan jika ingin Foto Anda terlihat menonjol. Anda dapat membawa suasana yang Anda rasakan kepada penikmat foto Anda. Anda bisa membuat kesan foto Anda begitu dalam dan dramatis.

Kristupa Saragih, pemilik Fotografer.net yang juga sering menjadi juri lomba foto tingkat nasional ini mengatakan bahwa
Ide membedakan satu fotografer dengan fotografer lainnya. Teknik itu penting, tapi idenya yang lebih penting. Tidak semua fotografer bisa menemukan ide brilian ketika memotret satu objek.
Namun, perlu dicatat sebelumnya, bahwa ide yang baik akan mampu tertuang dalam hasil foto yang luar biasa jika:

  1. Anda menguasai teknik dasar fotografi.
  2. Perbanyak latihan dan praktik
  3. Memilih peralatan (kamera, lensa, asesoris) yang benar benar Anda kuasai.
  4. Jangan berharap mendapat banyak keberuntungan
  5. Belajar dari foto orang lain dan "Tingkatkan" selera foto Anda. 


27 May 2016

Hobby Lomba Foto? Ada Baiknya Kamu Punya Stok Foto 10 Tema Berikut!

Lomba Foto adalah salah satu parameter atau ukuran sejauh mana teknik foto, intuisi foto, dan feel yang telah dicapai serang fotografer. Menang kalah sebenarnya bukan tujuan utama, tapi menghasilkan foto terbaik dan peningkatan terus menerus adalah lebih utama.
Beberapa lomba tahunan yang hampir sering selalu ada sebaiknya disiapkan jauh jauh hari. Atau biasa disebut stok foto. Hampir rata-rata bertema Human Insterest, landscape, icon daerah, jurnalistik, hingga pembangunan.

Mengapa kita harus capek capek mengumpulkan stok foto?
Moment dan "foto mahal" itu kadang datang disaat yang tidak tepat jadi Anda yang harus pandai pandai menangkap moment tersebut.


Beberapa tema berikut ada baiknya Anda miliki.
1. Tema Pendidikan
Foto bertema pendidikan sangat sering dilombakan. Kementerian pendidikan maupun lembaga pendidikan sering mengadakan. Biasanya hadiahnya cukup besar.

2. Human Interest
Foto bertema human interest adalah potret dari kehidupan seseorang yang menggambarkan suasana/mood dan menimbulkan simpati dari orang yang melihatnya.

Human Interest cukup luas cakupannya tapi sering dicampur-adukkan adukkan dengan kategori lain seperti portrait photography, culture photography (budaya), street photography, travel photography, conceptual photography, dll.

Kebanyakan foto human interest adalah menggambarkan kehidupan masyarakat dengan ekonomi lemah atau di daerah pedalaman, tapi sebenarnya human interest tidak membatasi pada subjek masyarakat kelas bawah saja, tapi juga termasuk potret keberhasilan dari masyarakat kelas atas.

Foto human interest adalah tema paling sering dilombakan. Hadiahnya pun sangat menggiurkan.

3. Jurnalistik
Lomba foto bertema jurnalistik umumnya diikuti insan pers. Namun terkadang diberikan kesempatan pula bagi citizen journalist/ pewarta warga.

4. Hasil Pembangunan (Jalan, Jembatan, Konstruksi Bangunan)
Dinas pekerjaan umum juga salah satu Kementerian yang rajin mengadakan lomba foto. Baik Jalan, maupun jembatan. Selain itu, perusahaan property juga sering melombakan keindahan, kegagahan, dan kemajuan teknologi bangunan. 

Memotret hal hasil pembangunan dan atau prosesnya tergolong sulit. Karena jika tanpa feel dan kreatifitas foto kita hanya sekedar menjadi foto dokumentasi saja tanpa makna.

5. Budi Pekerti  (Tolong Menolong, Sikap Empati)
Lomba dengan tema budi pekerti ini sebenarnya bisa masuk ke Human Interest juga namun biasanya lebih menonjolkan interaksi antar sesama yang menunjukkan sikap atau budi pekerti luhur. Saling menolong, saling membantu, saling berbagi, keteraturan, tertib dll.

6. Landscape
Landscape termasuk tema yang sering pula dilombakan. Tema landscape ini kadang spesifik objeknya kadang bebas. Landscape kadang menyertakan sub tema nightscape, kadang cityscape.

7. UMKM
Tema UKM untuk lomba foto biasanya diselenggarakan koperasi, perbankan, kabupaten kota, provinsi. Ada juga yang fokus ke sub tema tertentu misalnya tema home industri sepatu, home industri di bidang  rotan dll.

8. Pasar Tradisional
Lomba foto bertema pasar tradisional, atau mass market tiap tahun diselenggaakan. National geographic, perbankan, hingga kementerian menyukai tema pasar tradisional untuk dilombakan.

9. Sungai
Lomba bertema sungai dan aktifitas sungai sering juga dilombakan. Ketersediaan air bersih, human interest, transportasi air biasanya menjadi sub temanya.

10. POS
Kantor Pos beberapa tahun terakhir rajin megadakan lomba foto dan hadiahnya juga sangat besar. Ada baiknya Anda memiliki stok foto bertema POS dan layanannya.


Masih banyak tema lainnya yang tiap tahunnya dilombakan. Dalam postingan kali ini saya tidak menyertakan lomba fotografi bertema model karena tema ini biasanya sudah biasa diselenggarakan oleh komunitas fotografi secara mandiri dan biasanya hadiahnya tidak sebesar tema tema diatas.

Silakan tambahkan sendiri daftar foto yang sebaiknya Anda miliki. Tidak harus semuanya diambil namun tentukan saja yang Anda memiliki ketertarikan lebih didalamnya agar kualitas fotonya terjaga.




Setting White Balance (WB), Bukan Soal Benar Salah tapi Suasana Yang Ingin Diciptakan

White Balance (WB) adalah elemen sangat penting dalam dunia fotografi digital. Pada pengaturan White Balance kita dapat menentukan warna yang sesuai dengan keinginan. Penggunaan White Balance menjadi sangat penting jika kita terjun dalam fotografi produk yang dijual secara online. Karena yang kita jual pada dasarnya adalah foto digital. Misalnya Anda memotret baju/ jilbab/ asesoris yang memiliki kecenderungan warna yang beragam, jika kita tak menyadari, pembeli bisa jadi akan menyampaikan komplan karena warna tak sesuai.  Sepatu putih karena salah pengaturan menjadi agak coklat. Biru tosca berubah jadi biru muda misalnya. Nah, WB akan meminimalisir kemungkinan ini.




Di era digital, setting white balance ditentukan sebelum memotret atau bisa juga setelah memotret kalau memakai format RAW. Pemilihan bukan masalah benar atau salah, tetapi masalah “Kita mau jadinya seperti apa”.  Kalau kita ingin warna di foto kita seperti yang dilihat mata maka WB harus tepat.

Namun, untuk beberapa suasana yang ingin dibentuk, salah WB / settingan meleset kadang malah menghasilkan foto unik dan menarik. Misalnya memotret sungai di Pagi Hari akan semakin sejuk jika kita setting agak kekuningan untuk menambah kesan hangat.

Untuk mendapatkan WB yang tepat, kita harus tahu persis suhu warna yang ada di area pemotretan. Suhu warna di studio mudah diduga sebab lampu-lampu yang digunakan jelas spesifikasinya. Dengan demikian satu variable yang tepat judah didapatkan.

Tetapi pada pemotretan seperti fotografi interior, suhu warna yang ada sulit ditentukan karena banyak sumber cahaya acak. Setting tepat sulit didapatkan. Padahal pada fotografi interior akurasi diperlukan untuk mendapatkan akurasi warna rancangan interior. Untuk itu kita harus menentukan daerah mana yang tepat. Di situ kita melakukan custom dengan menempatkan sebuah tolok ukur. Tolok ukur bisa berupa kertas abu-abu atau putih. Usai pemotretan, akurasi dilakukan dengan mengkoreksi sang tolok ukur agar seperti warna aslinya (dengan begitu bagian selain tolok ukur akan menyesuaikan).
gambar: digitalcamera.com

  • Auto – kamera akan menebak temperatur warna berdasar program yang ditanam dari sononya oleh pembuat kamera. Anda bisa menggunakannya pada kebanyakan situasi, namun tidak disetiap situasi (misal: memotret saat sunset/sunrise)
  • Tungsten – disimbolkan dengan ikon bohlam. Karena itu cocok digunakan saat anda memotret di ruangan dengan sumber cahaya bohlam.
  • Fluorescent – disimbolkan dengan ikon lampu neon, gunakan saat memotret di ruangan dengan pencahayaan lampu neon.
  • Daylight – biasanya dengan simbol matahari, gunakan saat berada di bawah sinar matahari
  • Cloudy – disimbolkan dengan awan, gunakan saat memotret di cuaca mendung
  • Flash – simbolnya kilat, jika anda menggunakan lampu flash (strobe) gunakan preset ini.
  • Shade – biasanya simbolnya rumah atau pohon, gunakan saat memotret dalam rumah (siang hari) atau anda berada di daerah bayangan – bukan sinar matahari langsung.

Tabel berikut bisa menjadi panduan singkat mengenai standart atau patokan kelvin


Bagaimana cara mengesetnya/ settingnya?

Gunakan kertas putih sebagai dasar/ patokan, taruh di depan dengan metering yang tepat jangan terlalu gelap (under exposure) atau jangan terlalu terang (over exposure), kemudian...

Pada Kamera Canon
  1. Tekan tombol Menu, geser ke tab kedua Shooting Menu. Scroll ke kebawah ke posisi Custom White Balance, lalu tekan tombol Set.
  2. akan muncul Use WB data from this image for custom WB . Pilih OK.


Untuk kamera Nikon
  1. Pilih Preset Manual dari menu White Balance.
  2. Pilih Use Photo
  3. Akan muncul foto terbaru yang sudah anda ambil diatas, pilih Select Image
  4. Tekan OK untuk menggunakan foto tersebut.
Selamat mencoba dan selamat mengeksploasi Kamera Anda.

12 May 2016

Logo Baru Instagram. Lebih Simpel Dengan Warna Berani Namun Dianggap Lebih Buruk

Instagram, jejaring sosial berbasis foto baru saja melakukan perubahan logo. Nuansa logo retro modern mirip kamera polaroid diubah menjadi lebih kontras dengan warna warna bright. Mereka mengklaim " inspired by the amazing things you do"

Mereka menyebutnya terinspirasi dari app design yang merepresentasikan kamera yang sederhana dengan pelangi dan warna gradasi. Logo ini juga berbarengan degan logo Layout, boomerang dan Hyperlapse yang menggunakan warna senada.


Sejak diumumkan, banyak kalangan yang kecewa dengan logo baru instagram. Kekecewaan itu bergulir di berbagai media sosial, Twiterr, Facebook bahkan di Instagram sendiri. Umumnya yang berkomentar adalah pengguna lama yang sudah kadung suka dengan ikon kamera retro sebelumnya.

"Mungkin ini adalah desain terburuk tahun ini," kata Tim Nudd Editor Kreatif dari majalah Adweek. "Ini adalah gambar yang mudah dilupakan di tengah ribuan desain yang mirip. Bisakah dikembalikan saja?" tambahnya.


Alasan Nudd memang masuk akal, pasalnya desain pelangi dan datar pada logo baru Instagram ini sudah diterapkan Microsoft, Google dan terakhir Apple melalui iOS 7 yang dirilis 2013.

Disisi lain, logo instagram dianggap paling keren karena berhasil memadukan gaya kamera retro di tengah teknologi yang serba modern. Paling tidak itulah penuturan Armin Vit, Graphic designer in Austin. Terlebih penggunaan warna gradien kuning-magenta-ungu-biru sangat jarang digunakan.

Tapi, bagaimanapun ketidaksukaan saya, Anda, atau kita semua, tetap saja mereka telah mengubahnya dan lambat laun kita akan memakluminya atau mereka akan kembali melakukan perubahan selanjutnya.

Mudah Memahami Segitiga Exposure (Kombinasi Aperture, ISO dan Shutter Speed)

Segitiga Exposure atau segitiga emas dalam fotografi adalah kunci dari mendapatkan foto yang ideal. Begitu juga kalau Anda ingin mendapatkan hasil yang esploratif atau rada mainstream tentu saja pengetahuan tentang segitiga exposure ini mutlak dipahami.


Di era kamera modern, sudah disediakan mode AUTO dimana kamera akan mendeteksi sendiri kondisi cahaya dan objek yang ada didepan, lalu kamera akan memutuskan bagaimana settingan exposurenya. Namun, apakah pasti tepat sesuai dengan keinginan? bisa iya bisa tidak. Karena bagaimanapun kamera memiliki sensor elektronik dan tidak memiliki sensor perasaan...hehehe

Nah, biar mudah belajarnya setting kamera Anda pada mode Manual ya...atau M.


.

Kembali ke segitiga exposure. Saya pakai istilah Aperture, ISO, dan Speed saja ya..biar mudah.

APERTURE (F)
Aperture adalah bukaan lensa kamera  yang mengijinkan seberapa banyak cahaya masuk. 
Bila Aperture besar, akan banyak cahaya yang masuk dibandingkan dengan bukaan kecil. 
Aperture besar ditandai angka kecil dan aperture kecil ditandai dengan angka besar
misalnya F 1,4 lebih besar dari F 22. 
Pada gambar diatas makin kekiri makin besar (background makin blur) makin ke kanan makin kecil (background tetap jelas).
Selain merupakan salah satu cara mengendalikan cahaya yang masuk, Aperture di gunakan juga untuk mengendalikan kedalaman ruang (depth of field / dof). Banyak yang menggampangkan dengan menganggap dengan istilah bokeh.

Aperture diatur dari lensanya. Kemampuan lensa untuk bukaan besar berbeda beda. Ada yang mentok sampai 5,6 ada yang 4 |  3,5 | 2,8 | 1,4 dst

SHUTTER SPEED

Kecepatan rana  (shutter speed) adalah seberapa cepat durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya. Semakin lama durasinya, semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera. Efeknya, foto yang dihasilkan akan bertambah terang.

Satuan shutter speed adalah detik. Biasanya berawal dari 1/4000 detik sampai to 30 detik. 
Variasi shutter speed ini diatur dari badan kamera bukan dari lensa.
Efek dari perbedaan shutter ini ada jika semakin cepat maka objek akan beku/ freeze tapi jika lambat gambar akan motion/ bergerak secara berkesinambungan.

Pada gambar diatas, semakin kekiri semakin freeze semakin ke kanan semakin motion. Bagus mana? tergantung foto seperti apa yang ingin Anda hasilkan,


ISO

ISO adalah ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Ukuran dimulai dari angka 50, 80 atau 100 dan akan berlipat ganda sampai 3200 atau lebih besar lagi.  ISO dengan ukuran angka kecil berarti sensivitas terhadap cahaya rendah, ISO dengan angka besar berarti sebaliknya.

Biasanya dalam ruangan atau indor menggunakan ISO tinggi sedangkan diluar ruangan menggunakan ISO rendah. 

Efek dari ISO tinggi, kecepatan memproduksi gambar akan lebih cepat namun kualitas gambar menurun dan menghasilkan noise atau bintik bintik seperti pasir jika dalam tempat yang minim cahaya. 
Pada gambar diatas makin kaya warna makin ke kanan makin menurun warnanya dan muncul noise nya.

Sekian dulu, silakan dicoba, ini sekedar teknik dasar jadi setelah benar benar paham, silakan bereksplorasi dengan kamera Anda. Mau menerobos pakem rumus diatas juga tidak masalah.

10 May 2016

Beberapa Kerusakan Lensa Yang Umum, Penyebab dan Solusinya


Lensa adalah salah bagian dari fotografi yang punya peranan besar dalam menghasilkan gambar yang sesuai dengan feel fotografernya. Namun, jika terjadi error, fokussing yang meleset, tak bisa di auto fokus, bahkan mati total/ matot? harus bagaimana?
Ada baiknya Anda mengenali kelemahan beberapa lensa berikut, penyebabnya dan solusinya. Bagaimanapun alat elektronik suatu saat pasti ada rusaknya. Entah cepat entah lambat. Salah penyimpanan, salah penggunaan, salah pemasangan bisa jadi penyebab kerusakan.

AF (Auto Fokus) Lensa Mati :
Pada Canon 18-55 IS1, IS2, III, kelemahan utama adalah AF mati solusi Ganti kabel AF.
ERROR01, Khasnya Canon, biasanya karena aperture.
Canon 18-55 semua variant, ganti kabel aperture.
Canon 17-85, ganti kabel aperture.
Canon 55-250, sangat jarang terjadi, ganti kabel aperture.
Canon 17-55, sangat langka, apes saja, ganti kabel aperture.
Tamron 70-300, pasti akan terjadi karena desain, ganti kabel aperture.
50mm 1.8, Servis sensor aperture.
Nikkor AF 18-55, Motor AF sudah lemah, ganti motor AF.
Lensa terjatuh memiliki kemungkinan menyebabkan AF mati.

Lensa Mati Total (Matot)
50mm 1.8, Kabel motherboard.
Lensa lain ? jarang banget.

Lensa Macet
Canon 18-135, komponen internal lepas. Bongkar dan pasang.
Canon 18-200, komponen internal lepas. Bongkar dan pasang.
Canon 28-135, Second element pin salah posisi, bongkar dan pasang.
Canon 17-85, SDA.
Nikkor 18-70, Pin zoom lepas, bongkar dan pasang.
Semua Lensa, habis dibawa ke tempat berdebu. Bongkar, bersihkan.
Fokus Meleset/Tidak tajam.
Semua Nikkor akan seperti ini, kalau dibongkar tapi tidak diadjust lagi kemungkinan besar jadi tidak tajam.
Tamron 18-200 tidak bisa tajam pada 200mm
Nikkor 18-200VR I dan VR II, akan jadi tidak tajam seiring usia.
Nikkor 18-55 semua varian.
Canon 24-70L tidak tajam seiring usia.

Lensa Dihinggapi Jamur.
Musuh alami semua lensa baik canon, nikkor maupun lensa lainnya. Terutama Nikkor, karena susahnya dibongkar.
 Jadi, sayangi lensa anda, sayangi investasi anda.

by wijaya kamera

07 May 2016

10 Inspirasi Watermark Logo Untuk Fotografer (Bisa Diedit)


Watermark atau tanda air bagi seorang fotografer meskipun bukan yang utama namun cukup penting juga untuk dibuat agar menarik. Mengapa? watermark foto selain menunjukkan karakter fotografer itu sendiri juga merupakan identitas kepemilikan foto sekaligus promosi gratis.

Namun jika Anda salah memilihnya, justru bukan mempercantik foto Anda tapi malah norak/ mengurangi estetika foto Anda. Beberapa tokoh menggunakan watermark secara berbeda beda. Namun, jika dikelompokkan rata-rata menggunakan beberapa identitas berikut.
  1. Nama "Keren", nama yang dikenal orang biasanya bukan nama Asli atau nama lengkap. Kadang juga julukan.
  2. Logo dan nama. Biasanya logo khas vector yang berhubungan dengan alat alat fotografi.
  3. Inisial. Singkatan nama atau  kombinasi huruf huruf dan atau angka favorit.
  4. Nama website pemilik foto. Agar mudah dihubungi sekalian promosi
  5. Nama studio yang menaunginya atau miliknya sendiri beserta nomer kontak. Promosi juga
Namun perlu diingat. Meletakkan watermark jangan asal pasang. Perhitungkan proporsi ukurannya agar tidak lebih mencolok daripada foto atau pesan yang hendak Anda sampaikan menjadi salah fokus.
Hindari pula membuat watermark yang jungkir balik. Apalagi susah dikenali.Nah, kalau belum punya atau belum sreg dengan watermark Anda saat ini silakan download saja 10 Inspirasi Watermark Logo Untuk Fotografer (Bisa Diedit) dibawah ini. Fotmatnya photoshop dan adobe illustrator. Silakan pilih yang sesuai.

Download 10 Logo Fotografer Disini

Font yang dipakai bisa didowload di beberapa link berikut:
http://www.dafont.com/roboto.font
http://www.fontsquirrel.com/fonts/lato
http://www.fontsquirrel.com/fonts/antonio
http://www.fontspace.com/category/aliquam
http://www.fontsquirrel.com/fonts/cinzel
http://www.fontsquirrel.com/fonts/open-sans
http://fontfabric.com/intro-free-font
http://www.fontsquirrel.com/fonts/latin-modern-roman
http://www.1001fonts.com/dense-font.html

Semoga bermanfaat

04 May 2016

Suka Memotret di Pantai Atau Laut, Bawa Beberapa Alat ini Untuk Keamanan Kamera

 Memotret air laut adalah sesuatu yang tak pernah membosankan. Pantai, landscape, nelayan, bahkan lumba lumba di lautan. Anda pun bisa memilih dari posisi mana sudut pengambilan gambarnya. Dari tebing, tepi pantai, bebatuan pemecah gelombang, atas kapal dll.

Yang sering diabaikan adalah kondisi kamera jika terkena air laut. Seperti yang kita tau, air laut bersifat korosif karena mengandung garam yang cukup tinggi. Beberapa baut kecil, logam dan beberapa bagian kamera yang sensitif terkena air laut harus diberikan penanganan dengan baik.


Poin penting yang harus diingat adalah peralatan elektronik termasuk juga kamera dan lensa akan menjadi short (korslet) pada komponennya dan dapat mengakibatkan kerusakan lebih serius akibat terjadi hubungan pendek yang dihantarkan oleh benda cair (air) pada jalur/sirkuit elektroniknya. Jadi intinya dalam kasus ini adalah bagaimana caranya agar cairan tidak menjadi penghantar pada komponen elektronik didalam perangkat sehingga tidak mengakibatkan short yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen.


Tak ada salahnya Anda siapkan beberapa "alat sepele" berikut ini.

1. Blower Pembersih Kamera
Alat ini memang sebaiknya dibawa untuk menangani debu/ pasir pantai dan percikan air yang sulit terjangkau. Tekanan udaranya cukup kuat untuk membersihkan debu daripada ditiup pakai mulut. 
2. Alkohol
Alkohol bisa membersihkan air laut yang menempel pada logam dan beberapa bagian yang sensitif air laut.
3.Cutton Buds
buat apa? buat mengoleskan alkohol ke body kamera atau lensa yang terkena air laut. Alkohol cukup mumpuni untuk menghilangkan korosi. Dan Cutton Buds sangat murah dan ringan. Jadi tak ada salahnya dibawa untuk jaga-jaga.
4. Tissu Lensa

Tissu lensa ini khas kehalusannya dan memiliki daya serap sangat baik. Kalau Anda salah memilih tissu dan ternyata seratnya kasar bisa berbahaya malah karena bisa menggores.

4 Alat tersebut bisa dibawa atau dipilih beberapa saja sesuai fungsinya namun yang utama tetap berhati hati ketika menggunakan kamera dan bersentuhan dengan air laut. 

Pada intinya jangan sampai air laut yang mengenai kamera sampai kering dan menyebabkan korosi di kamera Anda atau bahkan menyebabnya konsleting pada komponennya.

Kalau dana anda cukup tak ada salahnya membeli waterproof untuk DSLR/ Mirrorless


Tapi, kalau terjadi hal yang tidak diinginkan misalnya terlanjur tercebut air laut? apa yang harus dilakukan?
  1. Lepas Batere dan memori
  2. Tanpa melepas lensa, siram kamera dengan air tawar bersih. Pastikan air laut ternetralkan dengan baik. Air laut yang dibiarkan akan menyebabkan korosi.
  3. Keringkan kamera dengan tisu
  4. Lepas strap dan jemur
  5. Dengan menggunakan blower, semprot sisi-sisi kamera yang memungkinkan air masuk ke dalam body. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan air.
  6. Jemur atau angin-anginkan kamera anda
  7. Bawa segera kamera ke tempat service terdekat. Inget, setelah melakukan tindakan di atas, jangan gunakan kamera untuk memotret dulu.